Showing posts with label Tips n Triks on Bike. Show all posts
Showing posts with label Tips n Triks on Bike. Show all posts

21 July 2008

BongkaR dinamo starter Thunder125 koe

Hiks...story lagi about Thunder125 gw,

Motor Thunder tiba-tiba ngga bisa distarter, yang terdengar hanya cetak cetik..cetak cetik..saat tombol start di pencet, periksa semua...Aki = OK, Sikring = OK, Kabel semua oke... karena sebelumnya masih greng tuh motor, ngga ada gejalan aneh sebelumnya di motor, Dorong dulu deh untuk sementara, asumsi sementara menurut feeling gw sepertinya bendik starternya yang kena neh...ga kuat ngalirin arus untuk mutar tuh dinamo starter.
Minta pendapat dan saran dari beberapa teman, karena berdasarkan umur thunder125 versi 1 gw hehehehe yang udah 3 Tahun lebih, biasanya arang dinamo starter yang habis. Berangkatlah ke BERES untuk hunting Arang Dinamo. Akhirnya dapetlah di BERES Suzuki Rp.100rb berikut tempat dudukan bawahnya.


Dibongkarlah Dinamo Starter, bermodalkan kunci 8 ring. Terbuka juga tuh Dinamo starter.
Buat yang mau buka Dinamo starter, gampang koq. sekedar sharing, yangkemaren gw lakuin adalah Sebagai berikut langkahnya;
  • Lepas kabel yang ke dinamo starter dengan obeng + (plus).
  • Buka 2 Baut yang ada disamping dengan kunci 8, lalu tarik pelan-pelan hingga lepas dari crankchase nya.
  • Ada 2 buah baut 8 panjang lagi disamping bagian atas lagi (gunakan kunci 8 modelLetter T).
  • Lepas bagian bawahnya, ketok kearah bawah agar bagian bawah dinamo starter bisa terlepas. Hati-hati didalamnya ada 4 buah Per yang kemungkinan bisa terlepas dan hilang.
Biasanya saat membeli arang (brush) dinamo starter ini tidak disertai pernya.
  • Masukkan per kesela dalam celah, lalu kemudian arang(brush) dinamo diselipkan pula diselanya, agar tidak terlepas kawat tembaganya agak ditarik sedikit agar brushnya tertahan. lakukan Hal yang sama kepada 3 yang lainnya.
  • Setelah semua terpasang masukkan lagi gulungan dinamo , diposisi tengah diantara 4 arang(brush) dinamo tadi. Jangan lupa untuk dikendurkan kembali kawat tembaganya agar arang(brush) menempel dikutub gulungan dinamo. Sebelumnya semprotkan dulu cairan pembersih 4WD, atau cleaner lainnya agar kutub bersih kembali dan bisa lebih maksimal.
  • Pasang dan kencangkan kembali semua baut, dan pasang kembali ke posisi awal.
  • setelah semua terpasang dengan baik. Coba nyalakan....

Kembali ke motor Thunder gw, Setelah melalui ritual tersebut sibiru tetep ga bisa starter. Karena masih penasaran dan daripada salah membeli part lagi, ijin sama temen yang kebetulan punya Thunder V.1 yang masih standar tapi masih oke. dan Hasilnya Greng, tuh Motor biru langsung nyala tanpa ada kesulitan. Ternyata benar apa bendick starter gw yang dah lemah. AKhirnya ga lama langsung ke Beres, tapi sayang bendik yang gw cari ga ada. Berangkat lagi ke Cibubur ke Toko Khusus Sparepart nemunya walau bukan yang seperti aslinya bentuknya KOTAK, tapi sudah bulet seharga Rp.70 rb (original). Kucoba dan Akhirnya sembuh lagi tuh Motor Thunder125 V1.
Memang masalah bendik starter ini jarang terjadi, lebih sering Arang (brush) dinamo starter yang sering habis sehingga ga bisa starter tuh motor. Itung-itung nambah ilmu dari pengalaman, akhirnya bisa bongkar dan tau isinya dinamo starter, pasang arang(brush) dinamo, walau semua karena memang terpaksa hehehehehehehe.....


Thanks Tia (setiaji) yang bendiknya gw pinjem....
motornya V1 blackThunder125 tp semuanya masih greng, cuma baru ganti Aki aja kemaren katanya.
Thunder V1 gw juga gitu belum ada yang ganti....baru bendik doang neh. Semua part masih Original from Pabrik. kecuali aseso ya hehehehehe.

Thunder125 V.1 ternyata memang lebih bandel koq, asal semua dirawat dan selalu dicek/servis semua partnya. Banyak Kelebihan part di V.1 yang semuanya masih asli from Japan...
cek aja tuh TCI V.1 sama Versi setelahnya...yang V.1 masih from JAPAN yang setelahnya udah bukan dari sana lagi..Taiwan kalo g salah.






Never Give Up when Ur bike on the Trouble.
Learn from the experience it means alot for us.

26 May 2008

Bohlam H4 (mobil) Di Thunder gw

Melihat dudukan bohlam pada reflektor Lampu Thunder, koq hampir sama dengan bohlam lampu mobil. Berawal dari itu iseng mencoba memasang Bohlam Lampu mobil Kijang diRelektor tsb.

Dengan mempersiapkan toolkit n peralatan yang dibutuhkan, seperti : Kabel, 2 Relay kaki 4, Solasi Hitam, dan Obeng kembang untuk membuka batok lampunya.
Kebetulan ada 2 Bohlam Lampu Mobil. Osram H4 60/55 watt dan HID All weather 100watt.
perbedaan dengan lampu bohlam biasa yaitu pada kaki bohlammya. pada H4 & HID lampu mobil ada 3, untuk negatif, Positif lampu Jauh & dekat. Bagian adalah kutub kiri (-), bagian atas n kanan positif lampu dekat n jauhnya.


Sebelum memasang lampu tsb ada baiknya menggunakan 2 buah Relay, 1 untuk lampu Jauh dan 1 untuk lampu dekat, dikarenakan Watt yang kita pakai lebih besar daripada standarnya.
Kabel yang Relay diambil dari Aki dan jalur soket lampu. Setelah semua terpasang, ngga lupa di solasi hitam untuk mencegah konsleting, karena kabel terbuka riskan untuk konsleting, yang dikarenakan kabelnya terluka hingga terkelupas yang menyebabkan konslet atau bahkan putus kawatnya. Disamping itu seh.....biar kabel tidak terlihat berantakan dan kelihatan lebih rapih.
Lampu H4 Osram 60/55 watt terlihat terang sekali, penasaran coba HID 100watt ALl weather

dan wuih...hasilnya lebih terang lagi... sinar yang dihasilkan lebih luas dan terang, walau yang H4 osram juga menghasilkan sinar yang lebih luas dan terang dari Standarnya.
karena takut Reflektor tidak kuat menahan panas yang dihasilkan oleh HID 100watt tersebut, maka untuk sementara ini Thunderkoe ku pasang yang H4 Osram 60/55watt.
dan selama dicoba Aki pun tidak ngedrop atau Tekor.

hehehehehehe..... semoga kuat tuh Reflektor.....
kalo ngga kuat ganti dengan reflektor mobil. hehehehehehe...

tunggu report setelah test ride... berikutnya
sekalian mo Coba Kapasitor Bank...
salam.......


Never STop Modification, ViVa Modification...

14 May 2008

Perawatan Kabel motor

Biar kabel-kabel dimotor awet, memang harusnya dilakukan perawatan secara berkala,
kebetulan Thunder gw perseneling sudah agak keras, cek n ricek ternyata ada bagian yang memang sudah kering dan harus diberi pelumas.
berikut tools yang gw siapin ;

  • Pelumas Semprot dan gemuk(grease)
  • kunci ring 8
  • Tang
  • Obeng kembang
yang akan gw lakukan adalah melumasi kabel-kabel kopling, gas, tuas handle kopling dan tuas perseneling.
1. Copot Kabel kopling dari Tuas(handlenya) siapkan kunci 8 untuk membuka baut dituas kopling dan Obeng kembang.
Setelah kabel dilepas, semprotkan Pelumas kedalam kawat kabel secara bertahap sambil kawat kabel di tarik ulur, lakukan berulang-ulang hingga terasa cukup. Setelah gw rasa cukup, ngga lupa pada tuas/hanle kopling pada bagian baut dalam n bagian dalam tuas diberi gemuk/grease.

2. Buka clip pengunci di tuas Perseneling dengan Tang atau obeng. Lepas bagian yang menempel pada rangka, lalu beri gemuk/grease dan beri pula pada bagian yang berbentuk bulat,
karena bagian tersebut juga bekerja pada saat tuas digerakkan.
Setelah gw lakukan hal diatas ternyata tuas kopling dan tuas perseneling jadi enteng lagi dan lebih enak, pokoknya jadi seperti baru lagi deh motor rasanya.... lebih bahkan..apa perasaan gw aja kali ya....hehehehehehe....
yang mo coba n praktek....gampang koq.....
mo awet n enak ya.....dirawat n di pelihara dengan baik.....pasti ga akan rewel

12 May 2008

Arm Supertrack on Thunder125

Akhirnya sempet juga Poto Thunder yang lagi Pasang Arm Supertrack, banyak yang ingin lihat seperti apa seh kalo arm tu terpasang di Thunder. Nah.... inilah gambarnya :

16 April 2008

Ganti Bohlam Thunder

Test Merk Bohlam Lampu diThunder125 BlueZyx
Setelah mencoba berbagai macam merk Bohlam Lampu depan,
dari Ori ( yang putus lampu deketnya), ke Halogen OSRAM Hasilnya lumayan terang, kurang puas ganti Autovision 35/35 yang biasa (ternyata hasilnya hampir sama dengan OSRAM), sekarang nyoba AUTOVISION HID blue blub 35/35 output 50/50....koq ga berasa ya hiks....
nyoba PHILIPs aje kali ya....secara harga seh...mahalan Phipis 1 = 2 Autovision = 4 OSRAM.

mo nyoba BOoster Light.....

review nya...hmm..... bentar lagi
**beli dulu ach**


14 February 2008

Cara Kapasitor Bank

Apa seh fungsi Kapasitor Bank?
sebagian orang menjawab : Sebagai tempat penstabil arus muatan listrik yang baru untuk kemudian disalurkan. Dipakai agar supaya aki tidak gampang tekor, karena arus yang diambil sebagai awalan itu dari Kapasitor bank, bukan dari aki langsung.

Biasa Kapasitor bank ini oleh para CAR Audio Mania.
yang diperlukan hanya :Kapasitor, kabel, sikring & Relay (bisa pake/tidak)
Kapasitor ada di toko elektronik.

Kata akang Wira Sentosa dari SACH (Specialist Auto Colour Speedo) di Pondok Gede, Bekasi "Untuk di motor sih cukup pakai kapasitor bank 0,5 farad (f). Dapat melayani pemakaian arus sampai 500 watt. Tetapi jangan lupa kalau beli, pastikan tegangannya harus 12 volt"
Untuk mencarinya tinggal datangi toko audio. Harga tergantung merek, buatan Taiwan berkisar Rp 450-600 ribu. “Sanggup melayani sekaligus lampu, audio, klakson, rotator sampai spot light,”



Sekarang coba kita pasang. seperti part elektronik biasa lainnya Kaki kapasitor ada dua yaitu: Kaki negatif (-) disambung ke kabel dengan panjang secukupnya dihubungkan ke Negatif Aki (-) atau rangka motor sebagai massa.
Kaki positif (+) untuk setrum. Kaki positif (+) disambung dengan kabel juga disambung kekaki relay nomor 87.
Lanjut pasang relay yang sebenarnya buat menghentikan kerja kapasitor waktu mesin dalam keadaan mati. Kaki relay ada nomor 30, 85, 86 dan 87.
Kaki nomor 30 dihubungkan ke terminal positif aki. Kaki nomor nomor 86 menggunakan kabel dihubungkan menuju massa bodi. Kaki nomor 85 dihubungkan menuju kabel kunci kontak positif (+ ). Khusus di Scorpio kabelnya oranye coklat.




atau bisa juga dengan memasangan kabel plus (+) dan minus (-) dari aki dipasang ke terminal + dan – di kapasitor. Begitu juga dengan kabel yang semula ngambil langsung dari aki dipindahkan ke terminal kapasitor (lihat skema). “Enggak sulit kok masangnya, tinggal dipararelkan,”

Karena ukuran kapasitor yang lumayan besar, sebaiknya ditaruh ditempat yang tidak terlalu mengganggu tapi juga enak dilihat.
selamat mencoba ya bro...





Ref: M+
Never Stop Modification ..
Viva Modification ....

13 February 2008

Hati Hati Saat Cek Busi Motor Injeksi!!

Biasa kita ngecek busi motor dengan mencopot busi terus diode busi ditempelkan ke blok terus disela/distarter. Tapi cara ini berbahaya untuk motor yang menggunakan injeksi, karena bisa menyebabkan kebakaran atau meledak, seperti Supra FI atau V-ixion. Karena bahan bakar pada motor injeksi bertekan tinggi, contohnya di Supra FI tekanan pompa bahan bakarnya mencapai 294 kPa sekitar 3 Bar alias 3 X tekanan Atmosfir atau 1,5 X dari rata-rata tekanan udara di dalam ban belakang motor. Nah begitu distarter kabut bahanb baker mudah keluar dari lubang busi yang mana disana ada percikan busi yang lagi kita tes. Gawat kan….hehehhehhehee bisa timbul ledakan atau api yang bisa menyebabkan kebakaran…..hiiiiii..seyem ach….
Berikut cara ngeceknya :

Diagnostic Tools
Makanya untuk motor injeksi ada alat khusus yang namanya FI Diagnostic Tools yang harganya lumayan sekitar 500rb, biasanya hanya ada di Bengkel resmi . untuk mengecek atau mendiagnosa motor Injeksi. Untuk mengecek busi dengan alat ini ; Masuk kemode Diagnosa lalu pilih kode Diagnosa D30, lalu tekan MODE, busi akan memercik 5 kali tapi tanpa ada bahan baker dari injeksi yang keluar atau terpompa dari injector, jadi lebih aman.
Tanpa alat Bantu
Pada Supra FI bisa juga dilakukan dengan mencopot soket pompa bensin.

Copot Soket pompa bensin yang ada ditangki terlebih dahulu, lalu nyalakan motor tunggu sampai motor mati dengan sendirinya, berarti bahan bakar yang ada di injektor sudah habis. Lalu baru bisa kita coba tes businya dengan cara biasa.
Atau bisa juga dengan menggunakan busi lama yang digunakan untuk menutup lubang busi agar tidak ada kabut bahan bakar yang menyembur keluar.




ref&photo : Oto+

Mengencangkan Mur & Baut.

Kenapa baut atau mur pada sering selek? Itu karena banyak orang yang ngencengin baut motor terlalu keras/kencang seperti memperkeras mur roda ban mobil, sehingga berakibat drat pada mur atau baut bisa slek(dol), karena beban yang diberikan kepada mur/baut terlalu berlebihan. Beda dengan bengkel resmi yang menggunakan kunci Torsi yang sesuai dengan ukuran kekencangan baut/mur sesuai standar pabrik.

Baut tutup oli & busi.
Bagian ini sering juga sleek/dol dratnya. Repot juga kan kalo busi yang slek/dol, kompresi bisa bocor atau bahkan hilang. Belum lagi untuk ngetapnya harus copot blok silinder untuk di tap ke tukang bubut. Begitu juga dengan baut tutup oli bagian bawah mesin, karena bahan crankchase dari alumunium babet cor-coran jadi kalau terlalu berat beban yang diberikan saat mengencangkan bisa cepet dol/slek. Kalau belum rusak berat masih bisa diakalin pake solasi pipa, tapi kalau sudah dol/sleknya terlalu berat mau ngga mau harus bawa ke tukang las babet untuk ditap atau ke tukang bubut. Dan ini harus turun mesin karena harus copot crankchase.
Cara mengencangkannya ; cukup putar dulu pakai tangan sampai mentok baru gunakan kunci busi, dan untuk tutup oli dengan kunci ring, cukup diputar 1/2 -1/4 untuk tutup oli dan 1/4 untuk busi. Tidak perlu terlalu kencang karena pada busi sudah ada ringnya dan pada baut tutup oli juga sudah ada ring tembaganya.

As Roda.
Bagian yang satu ini juga sering sleek/dol. TIdak perlu keras saat ngencengin murnya. Karena kebanyakan mur As Roda sudah punya lingkaran ring besi pengunci otomatis yang ada di pinggir drat murnya, biasanya dimotor Yamaha dan Suzuki. Beda dengan Honda yang baut as roda nya memiliki lubang untuk dipasang kawat sebagai penahan agar mur tidak terlepas.
Cara mengencangkannya ; Putar dulu pakai tangan, sampai mentok atau tangan sudah tidak kuat untuk memutar murnya baru pakai kunci ring sampai mentok. Untuk mengencangkan murnya tidak boleh dipantul-pantulkan atau dengan tenaga besar secara tiba-tiba. Pelan-pelan tapi pasti aja hehehhehehehe…..kalau sudah mentok dan terasa agak keras baru setelah itu diputer kira-kira ½ putaran.
bau As roda Suzuki, Yamahaini punya Honda


Mur Silinder Head (Kepala Silinder).
Untuk mengencangkan mur ini harus dengan perasaan alias pelan-pelan kalau ngga bisa berakibat dol/sleek atau bahkan macet atau copot baut tanam dicrankchase.
Cara mengencangkannya ; puter dahulu pakai tangan keempat murnya, sampai mentok atau terasa keras pakai tangan dengan cara menyilang kanan kiri, atas bawah agar posisi silinder rata menempel pada blok mesin. Baru dikencengkan dengan kunci T (sok) atau kunci ring.sampai mentok dan terasa sudah keras dan mur nya saat dikencangkan terasa seperti mantul-mantul.

Jadi kalau ngencengin baut dan mur seperlunya aja dan secukupnya ga perlu sampai ngeluarin semua otot hehehehehehe….apalagi sampai ngeden-ngeden dan mata melotot. Kencang ngga tuh baut malah slek atau dol hehehehehe......





ref : Oto+



11 February 2008

Substitusi Vakum Karbu


Karburator model Vakum mempunyai kelemahan yaitu Vakum yang mudah robek, karena sangat tipis dan sensitif terutama terhadap bensin. Kebanyakan Vakum Karbu rusak karena kesalahan padasaat membongkar karbu, untuk para pengguna karbu seperti CBR150, MIO dan NOUVO bisa mengganti dengan Vakum punya Satria FU150 karena sama. Disamping banyak dijual dan lebih murah serba lebih awet serta lebih tebal. Vakum FU150 dipasaran sekitar RP. 20-30rb Suzuki Genuine Parts alias Sparepart resmi Pabrikan, sedangkan punya NOUVO atau MIO bisa 2 kali lipat harganya. Belum lagi kadang harus menunggu dulu barangnya ada, karena jarang ada dipasaran. CBR harganya bisa diatas Rp.100Rb.
Tanda tanda Vakum Karbu sobek, terasa pada saat langsam yang tidak stabil/stasioner RPM yang kadang ketinggian atau kadang turun secara drastis, mesin saat idle tidak stabil.
Cara pesangannya gampang. Tinggal copotin karburator, Copot membrannya. Yang perlu diperhatikan saat pemasangan yaitu hindari dari Bensin yang bisa menyebabkan membran jadi melar dan lama-lama bisa tipis dan bikin sobek, juga dari debu.
Bagi para pengguna MIO, NOuvo, CBR150 ada 3 keuntungan yang bisa didapat substitusi diatas ;

  • Lebih murah Harganya
  • Lebih Awet, karena lebih tebal.
  • Mudah didapat, karena banyak tersedia dibengkel resmi Suzuki.

sekian, sekilas info....








Ref: M+

06 February 2008

Speedometer Warna Warni


Pengen Speedometer nyalanya berwarna-warni atau pengen blink-blink....heheheheheehehe
cuman modal sedikit udah bisa koq. Cuma modal Lampu LED+resistor+kabel udah jadi deh.
langkah langkah nya sebagai berikut :
1. copot Speedometer dengan membuka 4 baut yang ada dibawah speedometer.
2. cabut dudukan lampu STD yang ada dibawah speedometer.
3. Siapkan Lampu LED (warna sesuai keinginan) + resistor 470 ohm dan kabel kalo bisa 2 warna untuk pembedaan kabel (-) dan (+).
4. Pasang resistor pada lampu LED kaki yang panjang kalo (+) dengan cara di solder, kalau kepanjangan bisa dipotong kakinya asal jangan lupa mana yang panjang mana yang pendek.
5. cabut bohlam STDnya, kemudian selipkan Lampu LED yang sudah terpasang tadi ke sela2 dalam speedometer biar lebih afdol sambil dinyalain biar tau arah penyinaran yang di mau, Kabel (+) yang sejalur dengan resistor bisa disambung ke kabel yang lama ato ke lampu senja yang ada didalem batok lampusebagai arus(+), dan lampu (-) bisa disambung ke Bodimotor sebagai arus (-).
6. kalo sudah diselipkan & posisi lampu LED dirasa sudah pas dengan arah penyinaran...buat pengganjalnya bisa menggunakan tempat dudukan lampu STDnya...hati2 kalo bisa disolasi hitam dulu biar ga terjadi konsleting......
7. kalo sudah pastikan jalur kabel sudah pas dan baik untuk mencegah supaya tidak konslet.
8. tutup kembali speedometer dan nyalakan lampu senja.......

Pemilihan lampu dan pemasangan lampu bisa lebih dan beaneka ragam....selamat mencoba.





salam,
Make ur bike looks different n never stop modify

Merawat Kabel pada Motor

Sering kali kabel gampang putus, karena Kawat yang beada didalam slang terlalu kering, yang karena terjadi gesekan-gesekan yang menyentuh dinding dalam rumah selang menyebabkan kawat kabel lama kelamaan akan kalah lalu putus sehelai demi sehelai,oleh karena itu perlu perawatan berkala, cukup dengan diberi minyak/pelumas.
Paling sering dialami para pengguna Thunder adalah sering putusnya kabel Speedometer, RPM dan kabel kopling, salah satu penyebabnya karena kurang sering diberi pelumas, dan mungkin jalur kabel yang terlalu banyak sudut yang berliku-liku ataukabel yang seperti terlalu tercekik.
Untuk perawatannya:
  • cukup baut handle (untuk kabel Kopling), dan buka niple yang ada distut(tuas kopling) dibagian mesin (dibawah), setelah terlepas semua bersihkan kawat kabel dengan bensin, agar semua kotoran yang rontok dapat turun kebawah, setelah itu masukan pelumas dengan cara diteteskan pada kawat kabel tadi  sambil ditarik keatas kebawah, gunanya agar pelumas bisa terserap semua hingga kabel yang paling bawah. Ingin cara yang lebih mudah dan cepat bisa juga dengan hanya melepas baut dan melepas kabel kopling dari handle lalu diteteskan pelumasnya kedalam kabel sambil ditarik ulur, ketas kebawah, hanya kurang maksimal dan kotoran yang turun pun tidak semua dan turun kemesin. Atur kembali jalur kabel lebih baik cari jalur yang mana tidak membuat kabel terlalu banyak sudut/lekukan dan membuatnya seperti terhimpit, biarkan kabel sedikit bebas disamping beban gesekan kabel lebih sedikit juga saat kabel ditarik akan terasa lebih enteng.
  • Untuk Kabel Speedometer dan RPM, harus melepas terlebih dahulu baut yang mengikat dibawah rumah speedometer.  Ingin lebih leluasa lepas terlebih dahulu lampu depan agar memudah kan saat membuka atau memasangnya kembali. Lepaskan pula bagian bawah didekat tromol roda depan (untuk kabel Speedometer) dan diblok head silinder bagian kiri atas, lakukan hal yang sama yaitu bersihkan dengan bensin agar kotoran yang menumpuk terlepas/rontok dan turun kebawah. setelah itu beri pelumas pada kawat kabelnya, lalu ujung-ujung kabel tadi sebelum dipasang diberi Gemuk(Grease). 
  • Kabel Gas, Lepas kabel dari Rumah saklar sebelah kanan dan kabel pada karburator. lakukan hal yang sama seperti diatas, bersihkan dengan bensin/4WD, lalu beri pelumas pada kawat kabel dan beri gemuk disekiling dalam saklar, untuk mengurangi gesekan pada selongsong gas jangan lupa pula untuk gas, diberi pelumas setang pada bagian selongson gas, disamping itu pula akan lebih terasa ringan saat menarik gas, dan tangan jadi ngga gampang pegel.
Selamat mencoba, ini gue coba karena ini penyakit ini dulu sering terjadi di motor Thunder gue, padahal Kabel-kabel belum lama diganti. Untuk para rider yang lain mungkin juga sudah paham/ngerti akan hal ini dan cara mengatasinya, atau bahkan ada cara lain yang lebih jitu.
Untuk Pelumas saya biasa menggunakan minyak Singer (yang biasa digunakan untuk mesin Jahit) pakai minyak ini kotoran akan turun semua dan akan mengental seperti Grease jadi ga perlu pake bensin dulu juga ga pa pa. , 4WD untuk membersihkan dari kotoran, Pelumas model SPray untuk melumasi kabel-kabel kawat dll lebih mudah dan praktis.
Lakukkan perawatan ini secara berkala, rasakan bedanya. Terasa lebih ringan dan enteng saat kita tarik gas/kopling dan kawat kabel pun akan lebih awet. hehehehehehehe

sekian,
take care ur bike for ur own comfortable.